PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KlinisSosial

asersi diri

self-assertion

Ringkasan Singkat

Tindakan menyatakan pendapat atau mengambil tindakan yang mengekspresikan kebutuhan, hak, atau keinginan pribadi secara lugas dan jujur.

Asersi diri (self-assertion) adalah kemampuan untuk berdiri teguh demi hak-hak pribadi dan mengekspresikan pikiran serta perasaan dengan cara yang langsung, jujur, dan tepat tanpa melanggar hak orang lain. Ini berbeda dengan agresi (yang melanggar orang lain) atau kepasifan (yang mengabaikan diri sendiri). Pelatihan asertivitas sering menjadi bagian dari terapi untuk orang yang mengalami kecemasan sosial atau masalah dalam hubungan interpersonal.

Tujuan dari asersi diri adalah komunikasi yang efektif dan pemenuhan kebutuhan pribadi dengan tetap menjaga rasa hormat dalam interaksi sosial. Dengan menjadi asertif, individu dapat meningkatkan harga diri mereka dan mengurangi perasaan tertekan atau marah yang terpendam. Ini dianggap sebagai keterampilan sosial yang sangat penting untuk kesehatan mental dan kesuksesan profesional.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Alberti, R., & Emmons, M. (2017). Your Perfect Right: Assertiveness and Equality in Your Life and Relationships.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback